Jakarta, Jatinegara.id – Gerakan Aktivis Jakarta bersama Panitia Khusus (Pansus) DPRD DKI Jakarta terus mendorong percepatan pengelolaan sampah yang terintegrasi dan berkelanjutan di Ibu Kota. Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan dan diskusi bersama Judistira Hermawan terkait arah kebijakan pengelolaan sampah Jakarta ke depan.
Dalam pertemuan tersebut disampaikan bahwa pada periode menteri sebelumnya telah ditetapkan perubahan fungsi Bantargebang yang tidak lagi hanya diposisikan sebagai Tempat Pembuangan Akhir (TPA), melainkan diarahkan menjadi kawasan pengelolaan sampah terpadu. Langkah ini dinilai penting mengingat persoalan sampah di Jakarta kini telah menyebar di berbagai wilayah dan tidak lagi terpusat hanya di TPST Bantargebang.
Pemerintah daerah melalui dinas terkait juga terus berupaya mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA guna menekan beban penumpukan sampah sekaligus mencegah potensi longsor di TPST Bantargebang yang dikhawatirkan dapat menimbulkan persoalan hukum di masa mendatang.
Dalam diskusi tersebut turut dibahas kerja sama pemerintah daerah dengan pihak swasta dalam pengelolaan sampah melalui skema pembayaran jasa pengelolaan. Namun hingga kini, berbagai upaya tersebut dinilai belum menghasilkan solusi optimal dalam penanganan sampah secara menyeluruh. Dari kondisi itu muncul gagasan agar pengelolaan sampah ke depan dapat melibatkan Danantara sebagai bagian dari upaya menghadirkan sistem pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi, modern, dan berkelanjutan.
Pansus DPRD DKI Jakarta bersama GAJ juga menegaskan komitmennya untuk berkolaborasi mewujudkan Jakarta yang bersih dan bebas sampah melalui penerapan pengelolaan sampah berbasis teknologi. Dalam upaya tersebut, forum bank sampah turut dilibatkan sebagai mitra strategis guna mendukung pengurangan serta pengelolaan sampah sejak dari sumbernya.
Selain penguatan sistem pengelolaan, langkah edukasi kepada masyarakat juga menjadi perhatian utama. Dalam waktu dekat direncanakan pemasangan spanduk edukasi pengelolaan sampah di berbagai wilayah Jakarta melalui kolaborasi program CSR perusahaan-perusahaan di DKI Jakarta, termasuk Perumda Pasar Jaya.
Sosialisasi dan edukasi juga akan diperluas ke kawasan perumahan elit, khususnya terkait kebiasaan pembuangan sampah rumah tangga oleh asisten rumah tangga (ART). Tidak hanya itu, rumah-rumah ibadah juga akan menjadi pusat penyadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang baik, disiplin, dan berkelanjutan.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, DPRD, aktivis, dunia usaha, dan masyarakat, diharapkan akselerasi pengelolaan sampah terintegrasi di Jakarta dapat segera terwujud demi menciptakan lingkungan kota yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.



