PP AMPG Tekankan Pentingnya Kematangan Emosional Pemimpin Muda

Jakarta, 25 Juli 2026 — Pimpinan Pusat Angkatan Muda Partai Golkar (PP AMPG) menilai kematangan emosional menjadi salah satu aspek penting dalam membentuk pemimpin muda yang mampu menghadapi berbagai tantangan dan dinamika di tengah masyarakat.Hal itu mengemuka dalam AMPG Expert Series bertema “Berdamai dengan Anak Kecil dalam Diri, Saatnya Menjadi Pemimpin yang Utuh” yang digelar di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Sabtu (25/7/2026), bekerja sama dengan Golkar Institute.

Mewakili Ketua Umum PP AMPG, Bendahara Umum PP AMPG Muhamad Faqih mengatakan pembangunan kepemimpinan generasi muda tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan intelektual. Menurut dia, karakter, kematangan emosional, serta kemampuan memahami diri sendiri juga menjadi bagian penting dalam perjalanan seorang pemimpin.

“Sesuai arahan Ketua Umum PP AMPG, seluruh kader didorong aktif menghadirkan forum diskusi yang bermanfaat bagi masyarakat. Saya mengapresiasi Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Anak yang mengangkat isu kesehatan mental, karena kualitas kepemimpinan juga dibangun dari karakter dan kematangan emosional,” kata Faqih.

Faqih menambahkan, kader muda perlu terus meningkatkan kapasitas kepemimpinan dengan belajar menghadapi dinamika, tekanan, maupun kritik. Menurutnya, kemampuan mengelola berbagai situasi tersebut merupakan bagian dari proses pembentukan karakter seorang pemimpin.

“Jam terbang kita mungkin masih terus dilatih, tetapi kita harus meneladani Ketua Umum Partai Golkar, Bapak Bahlil Lahadalia, yang mampu mengubah tantangan dan kritik menjadi energi positif untuk terus bekerja dan menghadirkan solusi bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum PP AMPG Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Benazir Komarudin, mengatakan momentum Hari Anak Nasional dapat menjadi kesempatan untuk merefleksikan kembali pengalaman masa kecil yang turut membentuk karakter seseorang ketika dewasa.

“Tahun lalu kami memperingati Hari Anak Nasional dengan mengunjungi panti asuhan. Tahun ini kami mengajak kita semua melihat ke dalam diri. Setiap pemimpin pernah menjadi seorang anak, dan sering kali pengalaman masa kecil membentuk cara kita memimpin, mengambil keputusan, serta membangun hubungan dengan orang lain,” ujar Benazir.

Menurut Benazir, pemimpin masa depan membutuhkan lebih dari sekadar kecerdasan intelektual. Pemimpin juga dituntut memiliki kemampuan mengelola emosi, membangun empati, serta menciptakan kepercayaan dalam hubungan dengan masyarakat.

“Indonesia ke depan membutuhkan pemimpin yang bukan hanya cerdas, tetapi juga matang secara emosional, berempati, dan mampu membangun kepercayaan. Kepemimpinan yang baik selalu dimulai dari kemampuan memimpin diri sendiri,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mengikuti sesi psikologi interaktif bersama Paramita Indraswari, M.Psi., Psikolog. Sesi tersebut membahas pengaruh pengalaman masa kecil terhadap pola kepemimpinan, komunikasi, dan pengambilan keputusan.

Peserta juga diajak membangun kesadaran diri dan ketahanan emosional sebagai bekal dalam menghadapi tekanan serta berbagai tantangan kepemimpinan.

Diskusi dipandu Ketua Bidang Perempuan PP AMPG Fidya Faraid dan dilanjutkan dengan tanggapan dari Wakil Ketua Umum PP AMPG Rizki Maulana dan Ilham Akbar Mustafa serta perwakilan perempuan PP AMPG, Hartini Soraya.

Kegiatan tersebut diikuti oleh kader AMPG, guru PAUD, pelaku usaha, serta perwakilan organisasi kepemudaan.

Melalui forum tersebut, PP AMPG mendorong agar pembahasan mengenai kesehatan mental, kesadaran diri, dan kematangan emosional menjadi bagian dari proses pengembangan kepemimpinan generasi muda.

Bagi PP AMPG, kemampuan memimpin tidak hanya ditentukan oleh keberanian mengambil keputusan, tetapi juga oleh kemampuan seseorang memahami dirinya, mengelola emosi, serta membangun hubungan yang sehat dan konstruktif dengan orang lain.

Tags :

Share this post :