Jakarta, Jatinegara.id – Gerakan Aktivis Jakarta menyatakan dukungan penuh terhadap gagasan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Basri Baco, terkait program 103 sekolah swasta gratis di Jakarta yang dinilai menjadi solusi nyata mengatasi persoalan ijazah tertahan dan anak putus sekolah akibat kesulitan ekonomi.
Juru Bicara Gerakan Aktivis Jakarta, Akmal Alief Al Bani, menilai langkah dan keberpihakan Basri Baco terhadap akses pendidikan masyarakat kecil patut diapresiasi karena menyentuh persoalan mendasar yang selama ini dialami warga Jakarta.
“Gerakan Aktivis Jakarta mendukung penuh pandangan Bang Basri Baco bahwa sekolah gratis adalah solusi konkret untuk menghentikan kasus ijazah tertahan dan anak putus sekolah di Jakarta,” ujar Akmal Alief Al Bani dalam keterangannya, Jumat (15/5/2026).
Menurut Akmal, selama ini masih banyak pelajar yang tidak bisa mengambil ijazah karena tunggakan biaya sekolah. Kondisi tersebut dinilai tidak hanya menghambat masa depan anak-anak muda Jakarta, tetapi juga memperbesar kesenjangan sosial di bidang pendidikan.
Ia menilai keberanian Basri Baco mendorong perluasan sekolah gratis menunjukkan keberpihakan nyata kepada masyarakat kecil di tengah tingginya biaya pendidikan di perkotaan.
“Pendidikan tidak boleh menjadi hak yang hanya bisa diakses oleh mereka yang mampu secara ekonomi. Apa yang disampaikan Bang Basri Baco adalah bentuk keberpihakan terhadap rakyat kecil agar semua anak Jakarta bisa mendapatkan pendidikan yang layak,” katanya.
Sebelumnya, Basri Baco menegaskan bahwa persoalan pendidikan di Jakarta tidak akan selesai tanpa adanya kebijakan sekolah gratis, khususnya di sekolah swasta. Ia menyebut kasus anak putus sekolah dan ijazah tertahan akan terus terjadi apabila akses pendidikan gratis tidak diperluas.
Dalam diskusi publik yang digelar di markas Partai Golkar DKI Jakarta di Cikini, Basri Baco juga menekankan bahwa Jakarta sebagai kota global harus memiliki kualitas pendidikan yang tinggi dan merata.
Gerakan Aktivis Jakarta menilai gagasan tersebut merupakan langkah strategis dalam membangun kualitas sumber daya manusia Jakarta ke depan. Akmal juga meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk terus memperluas program sekolah gratis dan memastikan pelaksanaannya tepat sasaran.
“Kami berharap gagasan yang diperjuangkan Bang Basri Baco ini benar-benar menjadi gerakan besar penyelamatan pendidikan di Jakarta. Jangan sampai ada lagi anak kehilangan masa depan hanya karena tidak mampu membayar sekolah,” tutup Akmal.
Diketahui, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pendidikan DKI Jakarta telah menyiapkan 103 sekolah swasta gratis yang tersebar di lima wilayah administrasi Jakarta. Program tersebut didukung anggaran sebesar Rp253,6 miliar dan dijalankan secara bertahap mulai tahun 2026.



