Melawan Lupa: Banjir Bandang di Aceh Tewaskan 550 Jiwa, Desakan Keadilan Menguat

Aceh, Jatinegara.id — Tragedi banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Aceh kembali menjadi sorotan publik. Bencana yang menewaskan sedikitnya 550 korban jiwa tersebut dinilai bukan semata-mata akibat faktor alam, melainkan juga dipicu oleh kerusakan lingkungan yang masif.

Organisasi kepemudaan Nusantara Youth Institute menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus kritik keras terhadap kondisi hutan di Aceh yang semakin gundul. Mereka menilai, praktik pembalakan liar (illegal logging) yang melibatkan berbagai pihak menjadi salah satu penyebab utama terjadinya bencana tersebut.

Dalam pernyataannya, Nusantara Youth Institute menyoroti fakta di lapangan bahwa banyak gelondongan kayu yang ditemukan memiliki label perusahaan. Hal ini dinilai sebagai indikasi kuat adanya keterlibatan korporasi dalam aktivitas penebangan hutan secara masif.

“Kami melihat ini bukan lagi sekadar pelanggaran biasa, tetapi sudah menjadi kejahatan lingkungan yang berdampak langsung pada hilangnya ratusan nyawa,” demikian pernyataan yang disampaikan.

Lebih lanjut, mereka juga mengkritik keras sikap pemerintah yang dinilai belum menunjukkan langkah tegas dalam penegakan hukum. Hingga saat ini, belum ada pengusaha yang secara resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan perusakan hutan di Aceh.

Nusantara Youth Institute bahkan menilai bahwa kondisi ini mencerminkan lemahnya komitmen negara dalam melindungi lingkungan dan keselamatan rakyat. Mereka menyebut bahwa para pemangku kebijakan, termasuk Menteri Kehutanan, dianggap belum menunjukkan tanggung jawab moral atas tragedi tersebut.

Sebagai bentuk sikap tegas, Nusantara Youth Institute melalui Koordinator Lapangan, Akmal Alief, menyampaikan sejumlah tuntutan kepada aparat penegak hukum, khususnya Kepolisian Republik Indonesia:

  1. Membongkar secara menyeluruh kasus illegal logging di Aceh
  2. Menangkap dan memeriksa para aktor yang diduga menjadi mafia hutan
  3. Mendesak pencopotan serta proses hukum terhadap Menteri Kehutanan Republik Indonesia

Tragedi ini menjadi pengingat keras bahwa kerusakan lingkungan bukan hanya persoalan ekologi, tetapi juga menyangkut keselamatan manusia. Desakan publik kini semakin kuat agar kasus ini diusut tuntas dan para pelaku dimintai pertanggungjawaban.

Tags :

Aceh | Illegal logging | Nusantara Youth Institute | Pembalakan liar

Share this post :