Gerakan Aktivis Jakarta dan PASTI Gelar Aksi Soroti Dugaan Korupsi dan Dampak Lingkungan RDF Rorotan

Jakarta, Jatinegara.id – Gerakan Aktivis Jakarta bersama Persatuan Rakyat Berani menggelar aksi demonstrasi di DPRD DKI Jakarta terkait dugaan korupsi dan persoalan lingkungan dalam proyek RDF Rorotan, Kamis (7/5/2026).

Aksi tersebut menyoroti persoalan pengelolaan sampah di DKI Jakarta yang dinilai semakin krisis dan berdampak langsung terhadap masyarakat.

Dalam aksi tersebut, Korlap Gerakan Aktivis Jakarta, Muhammad Awab Zimah, menyoroti dugaan praktik korupsi dalam proyek RDF Rorotan yang disebut telah merugikan negara dan masyarakat.

Menurutnya, proyek yang seharusnya menjadi solusi pengelolaan sampah justru menimbulkan persoalan baru, mulai dari pencemaran lingkungan hingga gangguan kesehatan warga sekitar.

“RDF Rorotan bukan hanya persoalan sampah, tetapi juga persoalan dugaan korupsi dan salah kelola anggaran. Kami mendesak aparat penegak hukum, khususnya KPK, untuk mengusut tuntas dugaan korupsi dalam proyek ini. Jangan sampai rakyat menjadi korban dari kebijakan yang sarat kepentingan,” tegas Muhammad Awab Zimah.

Ia juga menyoroti kasus TPST Bantargebang dan meminta aparat penegak hukum segera menangkap mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto, yang disebut telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus longsor sampah di Bantargebang.

“Kami meminta Asep Kuswanto segera ditangkap dan diproses secara hukum. Jangan ada perlindungan terhadap pihak yang diduga bertanggung jawab atas tragedi yang merenggut nyawa rakyat di Bantargebang,” ujar Muhammad Awab Zimah.

Selain itu, Gerakan Aktivis Jakarta juga meminta Panitia Khusus (Pansus) DPRD DKI Jakarta agar segera turun langsung ke lapangan dan bekerja secara serius dalam mengawasi proyek RDF Rorotan serta persoalan pengelolaan sampah di Jakarta.

“Kami meminta Pansus jangan hanya dibentuk secara formalitas. Pansus harus segera turun bekerja, melakukan pengawasan secara nyata, dan membuka seluruh dugaan penyimpangan yang terjadi dalam proyek RDF Rorotan,” tambah Muhammad Awab Zimah.

Sementara itu, Korlap Persatuan Rakyat Berani (PASTI), Acep Edy Setiawan, lebih menyoroti persoalan lingkungan dan dugaan tidak adanya Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang jelas dalam operasional RDF Rorotan.

Menurutnya, masyarakat sekitar telah lama merasakan dampak buruk dari aktivitas RDF, mulai dari bau menyengat, sampah berceceran, hingga meningkatnya gangguan kesehatan seperti ISPA dan iritasi mata.

“Kami mempertanyakan AMDAL proyek RDF Rorotan. Bagaimana mungkin proyek sebesar ini berjalan sementara masyarakat terus mengeluhkan dampak lingkungan dan kesehatan. Pemerintah harus transparan dan tidak boleh menutup mata terhadap penderitaan warga,” ujar Acep Edy Setiawan.

Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya mendesak Panitia Khusus (Pansus) DPRD DKI Jakarta segera turun bekerja dan melakukan pengawasan terhadap dugaan tindak pidana korupsi serta salah kelola proyek RDF Rorotan, meminta penghentian sementara operasional RDF hingga ada jaminan keamanan lingkungan, serta mendesak KPK mengusut dugaan korupsi proyek tersebut.

Selain itu, massa juga menuntut pertanggungjawaban atas tragedi longsor sampah di TPST Bantargebang dan mendesak pemerintah melakukan penataan ulang sistem pengelolaan sampah yang lebih berpihak pada keselamatan masyarakat dan lingkungan.

Aksi ditutup dengan seruan perlawanan terhadap praktik korupsi dan kebijakan yang dinilai merugikan rakyat.

Tags :

Share this post :