UNKRIS dan USPU Rusia Buka Batch 3 Kerja Sama Pendidikan

 

Jakarta, 14 September 2026 – Universitas Krisnadwipayana (UNKRIS) dan Ural State Pedagogical University (USPU) Rusia resmi membuka Batch 3 Program Kolaborasi UNKRIS-USPU melalui Opening Ceremony yang digelar di Kampus UNKRIS, Jakarta, Senin (14/9/2026).

Pembukaan program tersebut dihadiri Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov, jajaran pimpinan UNKRIS, serta delegasi USPU Rusia. Kehadiran para pimpinan kedua institusi dan perwakilan diplomatik Rusia menegaskan komitmen untuk memperkuat hubungan Indonesia-Rusia melalui kerja sama di bidang pendidikan.

Mengusung tema “Enhancing Global Partnership Between UNKRIS and USPU Russia Through Innovative Education, Collaborative Research, and Community Empowerment”, Batch 3 menjadi kelanjutan kemitraan strategis kedua perguruan tinggi yang telah berjalan selama tiga tahun sejak 2023.

Memasuki Tahun Ketiga

Kerja sama UNKRIS dan USPU yang dimulai pada 2023 telah menghasilkan berbagai program, mulai dari pertukaran dosen, joint research, hingga pengabdian masyarakat lintas negara.

Memasuki Batch 3, kedua institusi berkomitmen memperluas cakupan kerja sama dengan pendekatan yang lebih aplikatif dan berorientasi pada dampak. Program juga diarahkan untuk mendukung pengembangan kurikulum berbasis global serta meningkatkan keterlibatan mahasiswa dan dosen dari kedua negara.

Pimpinan UNKRIS menyampaikan bahwa kerja sama tersebut merupakan salah satu bentuk nyata internasionalisasi kampus.

Bagi UNKRIS, kemitraan dengan USPU membuka peluang untuk mengembangkan metodologi pendidikan inovatif, memperkuat riset bersama di bidang pendidikan dan sosial-humaniora, serta meningkatkan daya saing lulusan di tingkat global.

Sementara bagi USPU, Indonesia dinilai menjadi mitra penting di kawasan Asia Tenggara dalam pengembangan program internasionalisasi sekaligus memperluas pemahaman mengenai pemberdayaan masyarakat di negara berkembang.

Fokus pada Tiga Pilar

Pada Batch 3, program kolaborasi UNKRIS-USPU akan difokuskan pada tiga pilar utama.

Pertama, Innovative Education, melalui pengembangan kurikulum bersama, kelas virtual, serta program pertukaran mahasiswa yang berorientasi pada kompetensi abad ke-21.

Kedua, Collaborative Research, dengan meningkatkan riset bersama antara dosen UNKRIS dan USPU, mendorong publikasi pada jurnal internasional, serta menyelenggarakan forum ilmiah tahunan.

Ketiga, Community Empowerment, melalui program pengabdian masyarakat berbasis riset dengan sasaran antara lain pemberdayaan UMKM, pendidikan, serta berbagai isu sosial di Jakarta dan wilayah mitra USPU.

Dubes Rusia: Pendidikan Jadi Jembatan Antarbangsa

Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov, mengatakan kerja sama pendidikan menjadi kesempatan penting untuk memperkenalkan kekayaan budaya Rusia sekaligus memperkuat hubungan antarmasyarakat kedua negara.

Menurutnya, bahasa dan pendidikan dapat menjadi jembatan untuk membangun persahabatan serta meningkatkan pemahaman antara masyarakat Indonesia dan Rusia.

“Pendidikan adalah jembatan terbaik untuk saling mengenal dan menghargai,” ujar Sergei.

Sementara itu, Rektor UNKRIS Ali Johardi menegaskan komitmen kampus untuk terus meningkatkan kerja sama tersebut.

“Kerja sama ini akan terus kami tingkatkan di masa depan. Batch 3 adalah langkah maju untuk memperluas cakupan, menambah jumlah mahasiswa dan dosen yang terlibat, serta memperdalam riset kolaboratif yang berdampak langsung bagi masyarakat,” kata Ali.

Dari pihak USPU Rusia, Daria Starkova menyampaikan bahwa program tersebut memiliki arti penting dalam memperkuat pengembangan akademik sekaligus hubungan antarkedua negara.

“Agenda kali ini sangat penting untuk memperkuat pengembangan akademik dan hubungan antarnegara. Melalui kolaborasi ini, kami berharap dapat membangun pemahaman lintas budaya, meningkatkan kualitas pendidikan, dan menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi kedua bangsa,” katanya.

Dari Gagasan Sederhana Menjadi Kemitraan Jangka Panjang

Dr. Ade Reza Hariyadi, mantan Dekan FIA UNKRIS sekaligus inisiator program, mengatakan kerja sama UNKRIS-USPU berawal dari gagasan sederhana untuk menjadikan pendidikan sebagai jembatan antarbangsa.

Menurutnya, perjalanan tiga tahun telah membuktikan bahwa kerja sama kedua universitas tidak berhenti pada penandatanganan nota kesepahaman, tetapi telah diwujudkan melalui berbagai program akademik dan pengabdian masyarakat.

“Program ini dimulai dari gagasan sederhana, yakni bagaimana pendidikan bisa menjadi jembatan antarbangsa. Tiga tahun berjalan, kita sudah membuktikan bahwa kolaborasi UNKRIS-USPU tidak hanya berhenti di MoU, tapi sudah melahirkan riset bersama, kelas kolaboratif, dan dampak nyata di masyarakat,” ujar Ade.

Ia menambahkan, tim inisiator ke depan akan mendorong agar program tersebut semakin melembaga dan memiliki keberlanjutan.

“Peran saya dan tim inisiator ke depan adalah memastikan program ini melembaga, punya skema pendanaan berkelanjutan, dan melahirkan alumni yang menjadi duta perubahan. Ini bukan lagi proyek tiga tahun, ini adalah warisan kerja sama jangka panjang Indonesia-Rusia,” katanya.

Untuk memastikan keberlanjutan program, tim inisiator menetapkan sejumlah agenda, antara lain melembagakan program ke dalam struktur akademik kedua kampus, mencari dukungan pendanaan berkelanjutan dari pemerintah dan mitra industri, serta membangun ekosistem alumni Batch 1 hingga Batch 3 sebagai agen perubahan.

Pembukaan Batch 3 UNKRIS-USPU kemudian ditutup dengan penampilan murid-murid asal Rusia yang membawakan paduan suara dengan lagu-lagu tradisional Rusia.

Penampilan tersebut sekaligus menjadi simbol pertukaran budaya yang menjadi bagian penting dari kerja sama pendidikan antara Indonesia dan Rusia.

Tags :

Share this post :